Apakah Pasar Modal Syariah itu?

05 June 2014.

Apakah Pasar Modal Syariah itu? Pasar modal menurut UU tentang pasar modal No.8 Tahun 1995 merupakan suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.16

Berdasarkan pengertian pasar modal tersebut maka dapat ditarik pengertian tentang pasar modal modal syariah. Pasar modal syariah merupakan suatu kegiatan dalam pasar modal yang menganut unsur-unsur syariah. Unsur-unsur syariah yang dimaksud disini merupakan unsur hukum dalam islam yang dikeluarkan oleh fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Pasar modal syariah di Indonesia ditampung dalam satu wadah yang bernama Jakarta Islamic Index (JII). Jakarta Islamic Index merupakan salah satu indeks saham yang ada di Indonesia yang menghitung index harga rata-rata saham untuk jenis saham-saham yang memenuhi kriteria syariah. Emiten-emiten yang tergabung dalam anggota JII terdiri atas 30 emiten yang memiliki prinsip-prinsip syariah yang telah disaring, dan anggota saham JII selalu diperbarui setiap enam bulan sekali. Dalam pasar modal syariah terdapat produk-produk yang ditawarkan, yaitu saham syariah, sukuk (obligasi syariah), dan reksadana syariah. 

  1. Saham syariah. Saham merupakan bukti penyertaan akan kepemilikan modal seseorang pada suatu perusahaan, yang dimana dengan bukti tersebut pemilik modal berhak untuk mendapatkan bagi hasil yang telah ditentukan oleh perusahaan berdasarkan modal yang ditanamkan. Saham syariah tidak terlalu berbeda dengan saham konvensional, hanya saja dalam saham syariah menganut faham hukum syirkah, yaitu akad kerjasama antara dua belah pihak atau lebih untuk menjalankan suatu usaha tertentu dengan pembagian keuntungan sesuai kesepakatan bersama dan resiko yang didapat akan ditanggung bersama. Pembagian bagi hasil untuk kepemilikan saham adalah berupa Deviden dan Capital Gain.
  2. Sukuk / Obligasi Syariah. Sukuk atau obligasi syariah merupakan efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan tidak terbagi atas kepemilikan aset berwujud tertentu, nilai manfaat dan jasa atas proyek atau investasi tertentu dan kepemilikan atas aktivitas investasi tertentu. Atau yang berdasarkan fatwa MUI No.32 Tahun 2002 obligasi syariah merupakan suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan oleh oleh sutu emiten (perusahaan) kepada pemegang obligasi syariah yang mewajibkan suatu emiten untuk membayar bagi hasil kepada pemegang obligasi syariah.
  3. Reksadana Syariah. Menurut UU No.8 tahun 1995 reksadana merupakan suatu wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal yang kemudian selanjutnya diinvestasikan dalam suatu portofolio efek (kumpulan portofolio yang dapat dimiliki pemodal). Sedangkan reksadana syariah menurut fatwa Dewan Syariah MUI No.20 Tahun 2001 merupakan suatu reksadana yang beroperasi menurut ketentuan dan prinsip-prinsip syariah.

(Sumber: Burhanuddin, Pasar Modal Syariah Tinjauan Hukum)

 

Seputar Saham

Perubahan komposisi saham pada perhitungan Jakarta Islamic Index periode Desember 2013 sampai Mei 2014

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan pengumuman perubahan komposisi saham yang terg...

BEI Mengumumkan Perubahan Komposisi Indeks JII (Jakarta Islamic Index) Periode Juni – November 2016

Jumat (27 Mei 2016), Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan komposisi saham dala...
Advertisement
Have question? Here