Mengenal Sertifikat Bank Indonesia

17 February 2014.

Sebagaimana yang tercantun dalam UU No.13 Tahun 1968 tentang Bank Sentral, salah satu tugas Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter adalah membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga, dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Dalam melaksanakan tugasnya, BI menggunakan beberapa piranti moneter yang terdiri dari Giro Wajib Minimum (Reserve Requirement), Fasilitas Diskonto, Himbauan Moral dan Operasi Pasar Terbuka. Dalam Operasi Pasar Terbuka, BI dapat melakukan transaksi jual beli surat berharga termasuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI). SBI adalah surat berharga dalam rupiah yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan hutang berjangka waktu pendek dengan sistem diskonto.


Sebagai otoritas moneter, BI berkewajiban memelihara kestabilan nilai rupiah. Dalam paradigma yang dianut, jumlah uang primer (uang kartal+uang giral) di BI yang berlebihan dapat mengurangi kestabilan nilai rupiah. SBI diterbitkan dan dijual oleh BI untuk mengurangi kelebihan uang primer tersebut.


Sertifikat Bank Indonesia merupakan riskless asset (risk free asset) atau aset yang tidak beresiko dan karena yield yang diterima akan lebih besar. Dalam praktek transaksinya, Sertifikat Bank Indonesia dijual melalui lelang.

Karakteristik SBI :
1.Jangka waktu maksimum 12 bulan dan sementara waktu hanya diterbitkan untuk jangka waktu 1 dan 3 bulan.
2.Denominasi : dari yang terendah Rp 50.000.000 sampai dengan tertinggi Rp 100.000.000.000.
3.Pembelian SBI oleh masyarakat minimal Rp 100.000.000 dan selebihnya dengan kelipatan Rp 50.000.000.
4.Pembelian SBI didasarkan pada nilai tunai yang diperoleh dari rumus berikut  :  (nilai nominal x 360)/ (360+(tingkat diskonto x jangka waktu))
5.Pembeli SBI memperoleh hasil berupa diskonto yang dibayar dimuka. Besarnya diskonto adalah nilai nominal dikurangi dengan nilai tunai.
6.Pajak penghasilan (PPh) atas diskonto dikenakan secara final sebesar 15%.

Seputar Saham

Belajar Mengenal Investasi dan Saham

Pada kesempatan kali ini Jakarta Islamic Index Analyzer (jii-analisa.com) akan sedikit mem...

Pengumuman Bursa Efek Indonesia (BEI) Tentang perubahan komposisi saham JII periode Juni 2018 – November 2018

Berdasarkan pengumuman No. Peng-00382/BEI.OPP/05-2018 tentang Perubahan Komposisi Saham da...
Advertisement
Have question? Here