Prinsip syariah dalam suatu kegiatan usaha

05 January 2014.

Kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah sebagaimana diatur dalam peraturan yaitu tidak melakukan kegiatan usaha sebagai berikut:

1. Perjudian dan permainan yang tergolong judi.
2. Perdagangan yang tidak disertai dengan penyerahan barang/jasa.
3. Perdagangan dengan penawaran/permintaan palsu.
4. Bank berbasis bunga.
5. Perusahaan pembiayaan berbasis bunga.
6. Jual beli risiko yang mengandung unsur ketidakpastian(gharar) dan/atau judi (maisir), antara lain asuransi konvensional.
7. Memproduksi, mendistribusikan, memperdagangkan dan/atau menyediakan barang atau jasa haram zatnya (haram li-dzatihi), barang atau jasa haram bukan karena zatnya (haram li-ghairihi) yang ditetapkan oleh DSN-MUI; dan/atau, barang atau jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat.
8. Melakukan transaksi yang mengandung unsur suap (risywah).

 

Seputar Saham

Perubahan komposisi saham pada perhitungan Jakarta Islamic Index periode Desember 2013 sampai Mei 2014

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memberikan pengumuman perubahan komposisi saham yang terg...

Prosedur penetapan saham-saham di Jakarta Islamic Index (JII)

Prosedur untuk dapat ditetapkan dalam Jakarta Islamic Index saham-saham terlebih dahulu ha...
Advertisement
Have question? Here